Sejarah Desa

Secara etimologis (cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna), “karang” merupakan kata yang sering digunakan dan mempunyai banyak pemaknaan.  Berdasarkan bahasa Jawa kuno, “karang” berasal dari kata “kara” yang memiliki arti batuan yang ada di laut, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada beberapa pemaknaan tentang kata “karang”. Pertama, “karang” yang dimaknai sebagai pekarangan atau tanah yang disiapkan untuk tempat tinggal. Kedua, “karang” yang dimaknai sebagai tempat untuk berkumpul.

Pemaknaan “karang” berdasarkan bahasa Jawa kuno dapat diabaikan, karena letak Desa Karang Tengah cukup jauh dari laut. Menurut pemaknaan dalam bahasa Indonesia di atas, dapat disimpulkan bahwa “karang” yang dimaksud disini adalah tanah yang disiapkan untuk tempat tinggal dan berkumpul, mengingat Desa Karang Tengah dulunya adalah wilayah yang masih kosong dan banyak ditumbuhi pohon.

Kata “tengah” dalam bahasa Indonesia memiliki arti berada di tengah-tengah. Jika dikombinasikan, “Karang” dan “Tengah” berati tanah yang disiapkan untuk tempat tinggal dan berkumpul yang berada di tengah-tengah.

Versi lain menyebutkan jika karang berasal dari kata “carang” yang berarti daun yang masih muda, Jlka dikombinasikan maka “Carang Tengah” berarti daun yang masih muda dan berada di tengah-tengah. Hal ini berkesinambungan dengan awal mula Desa Karangtengah di mana masih banyak ditumbuhi pohon dan masih sedikit ditinggali warga (daerah yang masih sepi/muda).