MELALUI KARNAVAL 2018, KADER PKK KARANGTENGAH MENGKAMPANYEKAN PEDULI LINGKUNGAN

KARANGTENGAH- Melihat penampilan dari berbagai desa di Kecamatan Kaliwungu pada kegiatan karnaval tingkat kecamatan tanggal 29 Agustus 2018 yang mempertontonkan macam-macam kreasi fashion dan atributnya dari “sampah” seperti plastik, kertas bekas, bekas MMT, kain perca dan hasil tanaman pekarangan maka bisa kita baca kalau Kecamatan Kaliwungu sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan dengan memanfaatkan pekarangan dan daur ulang sampah.

Sampah saat ini sudah menjadi permasalah lingkungan dan kesehatan yang mengkhawatirkan. Kalau dilihat di sudut-sudut kampung, saluran irigasi desa, kebun belum berbangunan dan sungai-pun tidak terlewatkan menjadi pembuangan sampah warga. Bahkan proses pembersihan mulai dari alat yang sederhana sampai dengan alat berat dilakukan baik oleh desa maupun kecamatan. Bahkan Camat Kaliwungu, Drs. Dwi Cahyono Suryo karena kesalnya dengan nada guyon minta agar Pemerintah Desa Karangtengah atas sampah di depan RM Salsabil diberi tulisan “Yang Buang Sampah Disini Saya Doakan Stroke” ha..

Pada acara karnaval tersebut menjadi momentum penyadaran masyarakat tentang hal itu, sebuah simbol bahwa hakikatnya tidak ada sampah ketika kita memperlakukan dengan bijak. Dedaunan dan sisa-sisa makanan menjadi kompos dan bekas kemasan plastik dapat didaur ulang atau bahkan dapat dibuat asesori, kerajinan tangan ataupun peralatan multi fungsi.

Hal yang juga di tunjukkan oleh Desa Karangtengah pada acara tersebut adalah fashion dari “sampah” seperti kertas bekas, plastic bekas, kain sisa, bulu ayam dan lain sebagainya maupun hasil panen tanaman pekarangan seperti tomat, berbagai jenis macam cabe, daun sirih, daun pandan dan sayur lain yang asli diambil dari lingkungan Karangtengah sendiri.

Keikutsertaan desa dalam karnaval tingkat kecamatan itu dari Desa Karangtengah mewakilkan 8 bidadari dari kayangan PKK Karangtengah yaitu Isna Yuni Astuti Ivana Susiyanti, Dwi Arifatul Kholida, Parsih Handayani, Wahyuningsih, Sri Dwi Astuti, Musyarofah, Kusuma dan Mukhayanah. Bahkan dari hasil kreasi mereka, penontonpun pada pangkling melihatnya, haha.. Isna Yuni Astuti yang juga telah mendapat penghargaan dari Kabupaten Kendal sebagai Kartini 2018 menjadi pimpinan kelompoknya. Beliau yang juga ibu Kepala Desa Karangtengah yang membawa Desa Karangtengah (bersama Dwi Sri Astuti) menjadi pelopor dan penggiat kelompok wanita tani tingkat Kecamatan Kaliwungu berharap agar pertunjukan ini (karnaval) bukan hanya sebagai hiburan saja namun menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan rumah.

Untuk menjadi desa yang nyaman dan sehat tidak harus dengan biaya yang mahal, namun bagaimana kita memanfaatkan potensi lingkungan (pekarangan, sepadan jalan) dengan sebaik-baiknya sehingga membawa kemanfaatan bagi lingkungan, diri dan keluarga, tuturnya.

Dengan karnaval Kecamatan kaliwungu 2018, semoga kita semakin bijak terhadap sampah. Sehingga lingkungan semakin ramah dan dapat memberikan dampak kesehatan pada umat manusia. (tfd)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan